Home > Semoga Lucu > Tiga Kisah Malam Pengantin

Tiga Kisah Malam Pengantin

Tiga gadis bersaudara sepakat untuk melangsungkan pernikahan pada hari yang sama. Dan untuk menghemat biaya, ketiga pasangan pengantin itu berniat menghabiskan malam pengantin pertama mereka di rumah.

Pada tengah malam, ibu dari tiga gadis tsb terbangun dan mengambil minum di dapur.

Saat melewati kamar putri tertuanya, dia mendengar jeritan-jeritan kecil.
Dia berpikir, “Oh itu normal, karena ini malam pertama.”

Lalu melewati kamar berikut, dia mendengar suara tawa keras dari kamar putri keduanya. “Hmm, itu normal juga, ” pikirnya.

Akhirnya saat lewat kamar putri terkecilnya, dia tak mendengar suara apapun.

Keesokan pagi, setelah ketiga suami pergi bekerja. Sang ibu bertanya kepada putri tertua tentang suara-suara yg didengarnya semalam.

“Ah ibu. Bukankah ibu pernah bilang, kalau itu terasa sakit, maka saya boleh menjerit?”

“Kau benar, manis.” kata sang ibu, lalu beralih ke putri keduanya.

“Kalau kau, kenapa tertawa terbahak-bahak semalam?”

“Bukankah ibu pernah bilang, kalau itu terasa geli, maka kita boleh tertawa keras?”

“Tentu saja, sayang.”

Kemudian ibu berpaling kepada putri terkecilnya.

“Sekarang giliranmu, sayang.”, lanjut si ibu, “Kenapa semalam tak ada suara apapun dari kamarmu?”

“Tidakkah ibu ingat pernah bilang, bahwa saat mulut kita sedang penuh, kita tak boleh bersuara?”

Categories: Semoga Lucu
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: